drag

drag

Selasa, 26 Maret 2013

Satria Fu Baron Pembungkam 2 tak

Satria Fu Baron
Walaupun di jakarta sedang ramai permainan Satria fu....Dalam 1 minggu bisa 2,3 kali permainan dengan motor yang berbeda-beda....dan Bahkan sudah bisa di daulat motor siapa-siapa saja yang kencang di arena liaran jakarta....Namun hal itu tetep tidak membuat bengkel dari luar jakarta garasi 177 asal serang banten ini menghentikan risetnya karna minder dengan motor-motor keras yang ada di seputaran Jakarta....perlahan tapi pasti bengkel Garasi mulai membuktikan keahliannya dalam meracik satria fu...terbukti partai perdana pertemuannya bermain dengan salah satu motor buatan bengkel tersohor di kawasan depok....motor ini mampu mengunggulinya walaupun pada saat itu motornya dalam keadaan kurang fit menurut Yagi sang mekanik berusia 26 tahun ini...setelah kemenangan permainan itu motor ini lalu menghilang kembali untuk kembali di Up Grade...dan setelah beberapa bulan kemudian atau saat ini...satria fu dengan julukan Baron ini kembali hadir lagi dan tidak tanggung-tanggung dengan Up Grade spek terbarunya ini... bengkel Garasi dengan Percaya diri dengan menjajal kemampuannya langsung dengan motor Ninja 2 tak spek standaran buatan salah salah satu bengkel ternama di kawasan jakarta timur.... seperti yang pernah di umumkan ,walaupun pada seri perdananya harus mengekui keunggulan Ninja 2 tak tersebut....Namun pada Race ke 2 di waktu dan lokasi yang berbeda motor satria fu Baron ini mampu unggul walaupun posisi finis sangat rapat....Mantap...
 
Itu sebabnya banyak kawan-kawan yang penasaran dengan spek motor  dasyattttttt ini....beruntungnya mekanik dari bengkel garasi 177 (Yagi).  Bro Yagi hampir blak-blakan menceritakanya.....karna menurut bro yagi yang sangat kagum dengan mekanik tersohor di jakarta Ahon dan Hawadis ini...dia pun masi belajar untuk mengembangkan motor ini...itu sebabnya hampir semua isi jeroaan dari motor ini dia ceritakan kepada I B L J sukur-sukur ada yang mau kasi masukan buat motor buatanya....dan juga memang karna pada dasarnya bro Yagi adalah orang yang baik hati .....wahh patutu di tiru nihhhh....

Yagi Dan sang Istri
Menurut bro Yagi Penggunaan Kruk as standar dengan Stroke Up 62 mm dan dengan mengatur ulang sudut bandulan......Di padu dengan Piston diameter 73 mm sudah lumayan untuk modal main di liaran....Cam mentah yang diatur ulang durasinya pada 265 drajat dengan LSA Lebar...sangat oke di padukan dengan semburan Karbu PJ 34 untuk mendorong Pertamax plus menuju ruang bakar melalui Klep in ex 28-24mm....
Otak pengapian masih mengandalkan BRT Imax Super Pro dan kenalpot AHM Oval untuk nampung gas buangnya...Nah biar larinya pas 500 meter bro Yagi memadukan rasio (14-33), 2(16-23), 3(19-25), 4(21-23), 5(23-23) & 6(25-23)...walaupun gigi 6 di pake hanya 50 meter.... ungkap mekanik yang pernah bekerja  selama 4 tahun di kawasan ciomas bogor di bengkel DMS 177 yang masi aktif hingga saat ini....

Dan semenjak menikah Bro yagi hijrah kedaerah serang banten untuk memulai usaha barunya disana....Tepatnya Penacangan Jl garuda gg gelatik no:177 Serang banten dengan bermodalkan Garasi yang sederhana yang di sulap menjadi sebuah bengkel.....itulah awal dari nama bengkelnya Garasi 177.....Mantap walaupun bengkelnya sederhana namun tetap berprestasi.....

Bengkel Garasi 177 serang banten
Garasi 177 and Kru
Spek Motor :

  • Piston : 73 mm
  • Stroke : 62 mm
  • Karburator : PJ 34
  • Kenalpot : AHM
  • Klep In Ex : 28-24 mm
  • Durasi Cam : 265
  • CDI : BRT Imax Super Pro
  • BBM : Pertamax Plus
  • Ratio :  (14-33), 2(16-23), 3(19-25), 4(21-23), 5(23-23) & 6(25-23)
Semoga terinspirasi kawan

Honda Supra X 125, Setingan Semi Rolling Speed

Diaz Kumoro Jati (DKJ), kini membela tim Honda Banten NHK Nissin FDR (HBNNF). Terjunnya, bukan lagi di MotoPrix, tetapi di IndoPrix. Jelas, karakter sirkuit yang dipakai bertolak belakang dengan gaya balap DKJ yang terbiasa stop and go! Untuk itu, Honda Supra X 125 yang dipacunya, dibikin semi rolling speed. Nah lho!

Maksudnya semi rolling speed, karena Diaz alias DKJ kudu membiasakan diri buat tarung di sirkuit permanen dengan karakter rolling speed. Maka itu, seting power engine difokuskan untuk bermain di putaran tengah-atas. Rasio kompresi mesin dibuat 12,3 : 1 dengan bahan bakar Pertamax Plus.

Kompresi yang tergolong rendah bagi motor balap ini, didukung dengan pemakaian durasi kem 274° (in) dan 279° (ex). Lobe Separation Angle (LSA) yang dipatok, bermain di angka 103 derajat.

Jika dilihat dari angka LSA, karakter mesin cenderung bermain rata. Power bawah dan atas, siap digunakan kapan saja. Artinya, tidak memanjakan torsi atau juga memanjakan power atas. Berbeda dengan LSA sempit yang tergolong memanjakan torsi atau LSA luas yang justru cocok buat main putaran atas.
Begitunya klep mengaplikasi milik Honda Sonic dengan diameter payung klep 28 mm (in) dan 23 mm (ex). Untuk diameter klep buang, memang dikecilkan 1 mm dari angka standar yang 24 mm. “Agar power bawah sedikit lebih bagus,” ungkap Monte, tunner tim HBNNF.

Tetapi meski payung klep dibikin jadi lebih kecil, lift klep yang diusung justru lebih tinggi ketimbang klep isap. Jika klep in bermain di 8,9 mm, maka klep ex dipatok di 9,6 mm. Kedua klep, ditopang per klep Yoshimura agar aman bermain di rpm tinggi tanpa takut patah atau floating.

Agar tenaga tetap sempurna, silinder blok usung bahan ceramic alias keramik. Jadi, piston merek FIM Piston diameter 53,4 mm memiliki daya gesek lebih minim ketimbang pakai silinder blok biasa.

“Karena gaya gesek yang minim, suhu mesin cenderung adem. Paling, suhu mesin bermain di 140°. Beda ketika pakai blok biasa, suhu bisa lebih dari 160°,” ungkap Monte lagi. (motorplus-online.com)