drag

drag

Selasa, 09 Juli 2013

Honda Supra X125, Setia Pakai Mesin 125

Di saat penguna merek Honda memilih Blade 110 dibore up jadi 130 cc untuk turun di ajang balap kelas 125 cc, M. Nurgianto dan Erwin Oei, tetap pede riset dan turun balap dengan Honda Supra X125. Tentu ada alasan khusus, kenapa pasukan Honda Oei Sphinx Motorex KYT ini tetap pede pakai Supra X125.

“Dari dulu sudah pakai Supra X125, sudah ketemu feeling-nya, masih bisa melawan koq dengan yang lainnya,” yakin Anto, pembalap asli Jakarta yang sudah akrab dengan motor racikan Erwin alias Akiang sejak bertahun-tahun lalu.

Hasil kerja keras tim yang habis kena musibah kebakaran bengkel ini, memang sudah terbayar dengan hasil podium ketiga saat race 1 Kelas 125 di IP seri 3 sirkuit Kenjeran bulan Mei lalu. Sukses berlanjut di IP seri 4 yang digelar di sirkuit Sentul Karting. Sekali lagi, Wahyu Widodo bareng Anto menyelamatkan nama Honda dari tekanan Yamaha dengan naik podium 2 dan 3 di Race 1 Kelas 125.

Banyak detail kecil yang membuat motor berkelir hijau khas oli Motorex yang membuat Anto, jadi kencang di sirkuit. Yuk, kita bedah bersama!.

Setting Sokbraker Belakang
Memakai suspensi YSS 280 TRW yang jadi lini tertinggi suspensi tercanggih buatan Thailand ini, jadi hal biasa di tim balap. Masalahnya sok dengan fitur setelan lengkap ini bisa jadi bumerang kalau enggak bisa setting.

Untunglah di acara TDR Motorsport Day bulan April lalu, Anto dan Akiang dipantu di YSS Thailand dan Eropa buat setting per dan setelan lainnya. Tentu agar pas sesuai dengan kebutuhan. "Nah, kalau per yang ini, cocoknya buat Sentul. Buat Kenjeran beda lagi," kata mekanik ramah ini.

Pasang Pelek Casting
Lazimnya, untuk uber bobot enteng, mekanik pasang pelek alumunium tipe jari-jari. Tapi ada efek buruknya lho! "Jari-jari belakang gampang banget kendor, efeknya motor gampang goyang. Jadi coba pasang casting wheel untuk roda belakang," kata Akiang.

Pelek belakang ini, asalnya dari Honda Blade 110 yang dicat hijau Motorex agar sewarna bodi. Lalu disandingkan dengan ban IRC Razzo 221. Untuk depan, tetap memakai pelek alumunium Exel tipe jari-jari. Karena beban kerjanya enggak seberat yang belakang.

Penutup Kem
Di kepala silinder Supra X125 sisi kiri, ada penutup kem yang diikat 1 baut panjang ukuran 10 mm dari seberang kanan. Kelemahannya, kalau kena getaran bisa kendor dan oli mengucur. Akibatnya Anto bisa gagal finish.

Solusinya, Akiang mengadopsi tutup kem Yamaha Mio versi drag. Tetapi, jelas tak bisa langsung pasang karena beda dudukan dan posisi baut pengikat. Head Supra X 125 harus dilas untuk 2 lubang baut. Trik ini tak hanya lebih kuat, namun karena tutup kem buatan Thailand ini dilengkapi selang hawa sebagai jalur pelepas panas mesin. (motorplus-online.com)

Tidak ada komentar: