drag

drag

Jumat, 05 Oktober 2012

Yamaha 125 Z, Konsisten Main di 7,4 Detik

 

Seperti itulah rasanya kala Imam Ceper membesut Yamaha 125Z ini di ajang kebut lurus resmi 201 meter kelas Bebek 2-Tak Tune Up 130 cc. Tak perlu perlakuan khusus, bebek keluaran Yamaha ini konsisten meraih best time 7,4 detik. Wah, mantap tuh!

Menurut sang tunner, itu tercipta karena adanya dua part yang diunggulkan buat sempurnakan seting. Pertama, karburator Keihin PJ 38 mm selenoid. Lalu, CDI Yamaha YZ125 tipe racing.

"Paling istimewa karburatornya. Ibaratnya, ini karburator paling mantap buat motor 2-tak. Terutama buat putaran atasnya,” ungkap Yong Mustofa selaku tunner tim Yong Motor.

Meski dalam penerapannya selenoid yang fungsinya seperti power jet tak terpasang, tapi itu tak masalah. “Untuk pasang selenoidnya agak sulit. Karena butuh CDI khusus buat atur kerjanya. Tapi, meski selenoid tidak dipakai, semua yang ada di karburator ini sudah sempurna. Baik itu Nozzle dan part lainnya. Karena karbu ini biasa dipakai di motocross atau Yamaha TZ125 GP,” ujar Yong yang gape main 2-tak dan skubek itu.

Karburator yang dipakai tunner ramah ini, punya venturi sedikit lebih pendek. Menurutnya ada dua versi dari karbu ini. Yaitu yang model venturi panjang dan pendek. Kalau yang panjang, biasa dipakai di motocross. Jadi, karbu menyambung ke filter udara. Tapi, kalau yang model pendek, biasa dipakai buat di pacuan GP.


Tanpa perlu ganti nozzle atau jarum skep, oleh Yong karbu ini cukup diracik lagi. Lewat semburan bensol biru menggunakan main-jet 138 dan pilot-jet 60.

Proses pembakaran di ruang bakar juga didukung pengapian set dari Yamaha YZ125. Mulai dari magnet hingga CDI. “CDI pakai yang kode 4SS-T1. Kurva pengapiannya lebih rapat-rapat lagi,” tambah pria yang Workshop-nya di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat itu.

Permainan CDI dan karbu ini juga ditopang karakter korekan di silinder blok juga head silinder. Lubang tranfser yang standarnya 43 mm, kini dibuat jadi 42 mm. Setelah itu, lubang exhaust yang awalnya 32 mm dibikin jadi 27 mm.

Sedang head, dipapas sekitar 0,8 mm. Diameter kubah dibuat jadi 55 mm buat menyesuaikan diameter piston yang 54,75 mm. Biar pembakaran lebih fokus, kubah dibuat jadi 14° dengan nut 0,5 mm dan squish 9°. Volume kubah sendiri bermain di 12,2 cc.

Lewat seting yang diterapkan, Imam pun tak perlu repot cari sela di putaran tinggi. “Ini motor, sejak 6.000 rpm saja sudah cepet banget naiknya. Kayak membesut motor standar aja, tapi kencang. Rasio dibuat close, gigi terpakai sampai ke-enam,” tutup tunner 2 putri yang juga jago meracik engine skubek ini.

Seru tuh! (motorplus-online.com)

Tidak ada komentar: